Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Akal adalah Alat no. Satu

  🔥 MEMBANTAH UCAPAN BATHIL BAHWA AKAL ADALAH ALAT NO SATU UNTUK MEMAHAMI ISLAM BUKAN ALQUR'AN DAN SUNNAH !!! Betapa banyak di negeri ini para ngustadz (baca: merasa jadi ustadz) yang tidak memiliki bekal ilmu, namun sudah berani tampil menjadi rujukan dalam beragama. Sehingga cinderung semakin menyesatkan kaum muslimin dengan kejahilan mereka dalam agama. Diantaranya adalah ngustadz Cak Nun hadahullah. Sang seniman yang yang menolak turunnya malam lailatul qadar yang pada hakekatnya juga menolak hadit's-hadit's Nabi ﷺَ terkait berita turunnya malam lailatul qadar di salah satu malam di bulan ramadhan. Betapa banyak dan tidak akan ada habisnya jika kita mau membantah satu persatu bukti kerusakan para para pengusung kesesatan semisal Cak Nun Hadahullah ini. Namun setidaknya kita harus mengetahui garis besar kerusakan darinya terkhusus masalah aqidah.  ❎ Diantara kerusakan aqidah orang ini ialah menomersatukan akal sebagai ALAT UNTUK MENJADI ORANG ISLAM (memahami islam). Ka...

Menolak Lailatul Qadar

🔥 BANTAHAN TELAK BAGI YANG MENOLAK BERITA TURUNNYA MALAM LAILATUL QADAR Seorang seniman yang bernama Cak Nun hadahullah yang bermodalkan akal dan Ilmu Sastra berani menyimpulkan terkait Lailatul Qadar dengan menukil QS. Al-Qadar  إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  " Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar " Simak kebathilan Ucapan sang seniman budaya ini ⤵️ " .....orang masih menunggu lailatul qadar, padahal... Ini gara-gara tidak mengenal sastra, padahal tidak ada berita bahwa ada malam lailatul qadar yang turun kedunia ini. Yang ada Al-Qur'an yang di turunkan di malam lailatul qadar. Jadi gak ada malam lailatul qadarnya turun. Jadi yang turun itu Qur'annya dan sudah turun, terus seng mbok enteni iku opo (baca: TERUS YANG KAMU TUNGGU ITU APA ? ). Jadi gak ada malam lailatu qadar turun. Nah kalau kita pake LOGIKA SASTRA sederhana. KAPAN SAJA ENGKAU MEMETIK PUISI AL-QUR'AN MASUK KE DALAM HATIMU DAN MEMBUATMU TAKJUB KEPADA KEH...